Peringati Hari Antikorupsi, AJI Jakarta Ingatkan Jurnalis Tolak Amplop

JAKARTA, KOMPAS.com – Memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada hari ini, Rabu (9/12), Aliansi Jurnalis Independen Jakarta menyerukan kepada para wartawan untuk menolak “amplop”. “Amplop” (uang dalam amplop -red) yang kerap diberikan narasumber kepada wartawan langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi independensi pekerja pers.

“Kami meminta untuk menghentikan berbagai bentuk praktek suap dalam bentuk amplop, voucher, doorprize, alokasi dana APBN/APBD, atau media entertainment bagi para jurnalis dari narasumber. Praktek macam itu jelas termasuk korupsi,” tegas Ketua AJI Jakarta, Wahyu Dhyatmika, dalam siaran persnya Rabu.

Ia menuturkan, dalam ranah jurnalisme, AJI Jakarta mencatat masih terjadi berbagi bentuk upaya korupsi terkait praktik kerja jurnalis di lapangan. “Hingga saat ini, kampanye anti amplop yang dicanangkan AJI sejak berdiri 15 tahun lalu, terus menemui hambatan. Instansi pemerintah maupun swasta terus saja secara khusus menganggarkan alokasi dana suap bagi wartawan yang disamarkan sebagai pos sosialisasi, pos hubungan masyarakat dan pos-pos anggaran lain,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menyerukan kepada pemilik industri media untuk memberikan upah yang layak bagi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang buruh sekaligus profesional. “Pada tahun ini, AJI Jakarta menetapkan Upah Minimum Jurnalis Jakarta sebesar Rp 4,5 juta/bulan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: