RI Akan Tagih Komitmen Pendanaan Iklim Negara Maju

JAKARTA – Indonesia akan menagih komitmen pendanaan negara-negara maju dunia terkait kebutuhan pembiayaan perubahan iklim global. Rencananya, ini akan disampaikan Indonesia dalam sidang Perubahan Iklim di Kopenhagen yang dijadwalkan mulai berlangsung Senin esok.

“Kita cari pendanaan di sana. Besok kita dijadwalkan hadir bersama Bu Menteri (Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Armida Salsia Alisyahbana),” ujar Steering Committee Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Syahrial Loetan di Jakarta baru-baru ini.

Syahrial mengatakan, upaya Pemerintah Indonesia menarik pendanaan negara-negara global terkait tanggungjawab bersama negara-negara di dunia dalam mengantisipasi perubahan iklim. Selain dianggap turut menyumbangkan pengurangan gas emisi, Indonesia juga dituntut menanggung beban efek kerusakan lingkungan global yang dilakukan negara-negara maju dunia.

“Nah, negara-negara maju ini sepakat mengurangi pencemaran. Tapi mereka ingin, upaya itu di-share dengan yang lain. Indonesia sebagai negara yang belum kaya juga, terpaksa ikut memikul beban itu,” paparnya.

Menurutnya, potensi Indonesia menarik pembiayaan perubahan iklim seperti yang disediakan negara-negara maju dunia cukup besar. Terlebih, Indonesia juga sudah memiliki komitmen untuk mengurangi gas emisi hingga 26% di tahun 2020.

“Sekarang yang mereka inginkan adalah menanyakan apakah kita akan betul-betul serius melakukan itu (antisipasi perubahan iklim), termasuk cara dan mekanisme yang akan kita gunakan. Nanti mereka akan sediakan pendanaannya,” katanya.

Hingga saat ini, tutur dia, Indonesia sudah mendapatkan komitmen pembiayaan perubahan iklim dari beberapa negara seperti Inggris, Australia, Norwegia, dan beberapa Negara Skandinavia.

Dari Inggris misalnya, pemerintah mengantongi komitmen pembiayaan dari Inggris yang menaikkan nominal pembiayaannya jadi 50 juta pounsterling dari sebelumnya 10 juta poundsterling.

Komitmen pembiayaan perubahan iklim dari negara-negara maju di antaranya terlihat dari seruan PM Inggris Gordon Brown dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy usai Konferensi Tingkat Tinggi Negara-Negara Persemakmuran di Trinidad, 28 November lalu. Keduanya mengimbau pengumpulan dana dari negara-negara kaya hingga USD10 miliar untuk mendanai negara berkembang dalam memerangi pemanasan global.

Komitmen pendanaan rencananya akan akan disepakati dalam pertemuan iklim di Kopenhagen, 7-18 Desember. Menurut Sarkozy, dana USD10 miliar diharapkan terhimpun antara 2010-2012. Sementara Brown mengatakan, Inggris berkomitmen menyumbang USD1,3 miliar dalam tempo tiga tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: