Peran Indonesia terhadap Narapidana Perempuan Hungaria

LONDON, KOMPAS.com – Duta Besar Indonesia di Budapest beserta Staf dan keluarga mengadakan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita di kota Kalocsa dan menghibur penghuni dengan menampilkan kesenian Indonesia.
Kunjungan ke rutan yang dihuni sekitar 300 narapidana  termasuk diantaranya tengah menjalani hukuman berat  tersebut dilakukan menjelang perayan Natal dan Tahun Baru, ujar Sekretaris KBRI Budapest, Patricia Silalahi kepada koresponden Antara London, Minggu (6/12).

Rombongan KBRI Budapest diterima Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kalocsa Dr. Timea Eszter Tanacs,  menjelaskan situasi dihadapi  lembaga yang dipimpinnya termasuk program pembinaan bagi para narapidana.  Masyarakat Hungaria memandang Natal sebagai waktu untuk memperkuat kehidupan spiritualnya dan bukan untuk berpesta-pesta. Ia juga merasa prihatin mengenai gejala konsumerisme dalam masyarakat Hungaria.

Dalam kunjungan, rombongan KBRI menyaksikan penghuni rutan Kalocsa yang tengah menyiapkan Kebaktian Rohani dan menyambut rombongan dengan menyanyikan lagu rohani.  Pada kesempatan itu, rombongan KBRI mengelar pertunjukan kesenian Indonesia yang dibawakan anggota Sanggar Seni KBRI Budapest.

Sebelumnya, Dubes Mangasi Sihombing menjelaskan berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia yang multi agama, multi etnik, dan multi cultural. Ditekankan, bangsa dan masyarakat Indonesia mementingkan pembinaan kehidupan beragama dan hidup bertoleransi.

Lebih dari 200 orang narapidana menyaksikan pertunjukan kesenian Indonesia yang membawakan empat tarian dan musik instrumen tradisional. Pada saat para penari membawakan Tari Padang Ulan, Tari Si Utte Manis, Tari Jejer Jaran Dawuk, Tari Satria, serta musik tradisional: Rindik Bali, Gamelan Sunda, Taganing Batak, para penghuni memberikan sambutan dengan tepukan riuh pada setiap akhir pertunjukan.

Para penari yang tampil adalah Riskanty Kanaan, Yanti Marton, Renata Permadi, Kharisma Milad, Martozet sedangkan musik dimainkan oleh Jarot Raharjo, Yudhi Gunawan, Agus Rohman dan  Nemeth Gabor. Pertunjukan kesenian ini ditutup dengan musik dan lagu Sinanggar Tullo, untuk mana pimpinan Lembaga Pemasyarakatan dan stafnya diajak menari bersama Duta Besar dan Ny. Parodang Sihombing.

Penampilan KBRI dibalas dengan beberapa lagu Natal dan lagu rakyat oleh narapidana dengan kegembiraan terpancar diwajah mereka. Sayangnya ruangan pertunjukan tidak dapat menampung semua napi sehingga yang menikmati pertunjukan hanya sebagian dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: