Mata yang Malas (21)

Mata manusia mungkin adalah mata yang paling luar biasa dibandingkan dengan mata makhluk-makhluk hidup lainnya. Tapi mungkin sebenarnya, semua mata mahkhluk hidup luar biasa.

Semua makhluk hidup mulai dari seekor lalat-kuda sampai seekor elang yang mampu melihat seekor kelinci di antara semak belukar pada jarak 300 meter di bawahnya, memiliki mata yang luar biasa dengan keunikan dan kekhasannya masing-masing.

Bahkan mata yang paling sederhana dari beberapa makhluk laut tercipta dari proses evolusi yang berlangsung berjuta-juta tahun. Mata sederhana ini disebut ocelli yang antara lain menjadi mata remis. Seekor remis memiliki 200 ocelli yang terlihat seperti mutiara yang menghias tepi dalam cangkangnya. Remis, dengan 200 ocelli yang bisa membedakan terang dan bayangan dengan lensa dan kelompok sel penerima cahayanya, menjadi binatang laut yang awas penglihatannya.

Ini penting bagi seekor remis, karena tidak seperti kijing dan tiram, remis benar-benar berenang melintasi lantai samudera dengan menyemprotkan air dari bibir cangkangnya untuk menggerakkan diri. Mata manusia jauh lebih rumit dibandingkan 2000 ocelli sekalipun. Mata manusia adalah organ yang mungkin serumit pikiran-pikiran manusia sendiri sehingga ketika sebuah wabah menyerang mata itu, kekacauan yang terjadipun sangat rumit.

*******

Wabah mata yang malas ternyata menjadi wabah yang membingungkan dan menimbulkan kekacauan yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun. Berbagai penyakit mata seakan-akan bergabung menjadi satu pasukan dan menyergap mata penduduk Jakarta.

Inti pasukan itu tetap the lazy eyes atau amblyopia, sementara anggota pasukannya bisa berganti-ganti setiap saat. Sekali waktu, anggota pasukan yang menyerang adalah gejala astigmatism  yang membuat kondisi penglihatan menjadi kabur dalam jarak seberapapun.

Seperti amblyopia, astigmatism juga bukanlah penyakit mata, tapi lebih merupakan kondisi penglihatan yang mengalami gangguan dan merupakan gejala umum yang dialami banyak orang.

Astigmatism biasanya disebabkan oleh bentuk cornea atau bagian depan bola mata yang agak oval, tidak sepenuhnya bulat. Kondisi ini kemudian mengakibatkan cahaya yang diterima mata tidak terfokus pada bagian belakang mata atau retina sehingga pandanganpun lalu jadi kabur.

Ketidakfokusan ini antara lain dialami Sum, tetangga Pak Amit yang salah memercikkan minyak tanah untuk mematikan kompornya.

Lain waktu, serangan berganti lagi. Bila lebih buruk, pasukan yang menyerang bisa myopia  yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan astigmatism karena bisa menyebabkan kebutaan pada penderitanya.

Myopia akan membuat retina seseorang rusak dan pada wabah mata yang malas, serangan myopia seakan langsung menuju retina meski sebelumnya korban yang diserang tak memiliki gangguan pada retinanya. Salah seorang akademisi yang menjadi anggota TKWMM, adalah penderita myopia.

Pengajar di Fakultas Sosial-Politik jurusan Sosiologi di Universitas Betawi Indonesia (UBI) bernama Nashir Abdullah itu, menderita myopia sejak usia muda karena kegetolannya membaca dan bermain komputer, selain ada juga unsur genetic yang menjadi penyebabnya. Di kampus UBI yang mahasiswanya terkenal cukup radikal sebagai aktivis, Nashir dijuluki mahasiswa-mahasiswanya sebagai  Si Rabun Jauh.  Mahasiswa-mahasiswa UBI termasuk kelompok yang cukup berperan dalam aksi penggulingan kekuasaan Soeharto.

Nashir meskipun sering diolok-olok, tapi cukup dekat dengan mahasiswa-mahasiswa aktivis itu. Awalnya Nashir sama sekali tidak mendukung gerakan mahasiswa semacam itu yang dianggapnya liar dan destruktif. Tapi ketika gerakan itu membawa hasil tak terduga, Nashir terpaksa mengakui bahwa pendapatnya salah, atau paling tidak keliru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: