Ada Roti Bermotif Batik, Jumlahnya 10.000, Gratis

SOLO, KOMPAS.com – Sebanyak 10 ribu roti bermotif batik dibagikan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Festival Pangan 2009 dalam upaya memecahkan rekor MURI di Stadion Manahan Solo, Minggu (6/12).

Pembagian roti bermotif batik gratis tersebut diprakasai para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Solo dengan tujuan mempromosikan makanan khas dan mendapatkan perhatian pemerintah kota untuk memberikan kawasan kuliner permanen.

Ketua Panitia Festival Pangan Dani Christianto mengatakan, pembagian 10 ribu roti dengan berat 30 gram per buah itu disambut antusias ribuan pengunjung Stadion Manahan Solo. Kegiatan ini memecahkan rekor MURI pembagian roti batik terbanyak.

Roti yang dibagikan secara gratis itu juga ada yang berukuran 40 sentimeter kali 60 sentimeter dan satu kali dua meter sebanyak 20 buah yang dibawa keliling stadion.

“Roti berukuran besar tersebut menghabiskan sekitar 25 sak tepung terigu isi 25 kilogram per sak, 40 kg coklat, 150 kg gula, dan telur,” katanya.

Kegiatan ini didukung menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta. Diharapkan dapat mengangkat pelaku UKM kota Solo dan mendapat perhatian Pemerintah dalam mendukung pariwisata.

“Kami berharap Pemerintah Kota Solo memberikan tempat bagi wisata kuliner permanen di Solo seperti di Yogyakarta kalau mau beli oleh-oleh khas daerah itu di Patuk.” kata Ayu Awiningtyas
, pelaku UKM.

Menurut dia, para pelaku UKM roti dan makan khas lain di Solo masih terpencar di beberapa lokasi. Alangkah baiknya jika pelaku UKM makanan ringan tersebut diberikan satu tempat sebagai kawasan tujuan wisata kuliner permanen di kota budaya ini.

Kawasan kuliner di Solo, memang sudah ada seperti Galabo, tetapi tempat itu khusus kuliner makanan berat, sedangkan makanan ringan belum ada.

Ribuan masyarakat Solo berdesakan memadati sekitar panggung untuk mendapatkan roti gratis dengan tiga rasa yakni coklat, strawberi dan nanas.

Arif seorang pengunjung menjelaskan Solo merupakan kota budaya yang sedang gencar mempromosikan segala potensi yang ada untuk mendukung pariwisata.

“Setiap pekan selalu ada kegiatan seperti pameran seni kerajiman, pagelaran musik tradisonal dam kegiatan festival pangan ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: