Bakmi Ayam Gajah Mungkur

Bakmi lagi. Kali ini adalah bakmi gerobak tapi bukan yang model keliling. Bakmi yang satu ini punya merek dagang Gajah Mungkur. Warung ini saya ketahui lewat promosi teman kantor saya, Bad Rule alias Badrul, he he heπŸ˜€. Pemiliknya adalah Pak Adi, orang Jawa asli, dan sudah berjualan dari tahun 2000-an. Warung ini terkenal namun dalam tingkat lokal saja karena letaknya yang di tengah-tengah Perumnas Depok I. Tapi, lewat omongan dari mulut ke mulut, bakmi Gajah Mungkur sudah mendapatkan popularitas tersendiri.

 

Aslinya bakmi ayam GM ini memang dijual pakai gerobak yang khusus dicat warna biru. Namun, strategi berjualannya bukanlah berkeliling komplek Perumnas seperti yang lainnya. Pak Adi membawa dan menaruh gerobaknya di satu tempat dan membuat warung di situ lengkap dengan terpal plastik biru sebagai peneduh dan bangku panjang buat tempat duduk pembeli. Seperti yang sudah-sudah, model warungnya adalah Amigos, agak minggir got sedikit. Setelah berjualan beberapa lama, kini Pak Adi sudah membuka dua cabang warung bakmi yang lucunya terletak tidak berjauhan dari lainnya, masih di komplek yang sama dan bahkan di jalan yang sama pula.

 

Satu hal yang istimewa dari warung bakmi ini adalah porsinya yang bueeesssaaarrrr. Benar, porsinya betul-betul besar. Bayangkan, satu porsi bakmi yang dibeli mampu melebihi ukuran mangkoknya. Tidak heran kalau bakmi mangkok ini tidak diberi kuah karena khawatir kuahnya meluber dari mangkok. Saya rasa, porsi besar ini dikarenakan bentuk mi-nya yang kurus dan lurus, kayak rambut. Rasa mi-nya sendiri termasuk enak dan semur ayamnya enak, manis. Lainnya, daging ayamnya empuk serta bebas dari potongan tulang. Pokoknya mi GM termasuk mantap untuk ukuran mi gerobak. Yang doyan makan mi dengan daun bawang bisa meminta agar minya ditaburi dengan irisan daun bawang. Oh ya, satu lagi. Menurut keterangan si penjual, mi yang dipakai juga diproduksinya sendiri sehingga mutunya terjamin.

 

Bagaimana dengan harga? Nah ini dia, biarpun porsi besar harganya murah. Satu porsi besar ini cuma dihargai Rp.6000,-. Murah sekali. Makan plus teh botol hanya menghabiskan delapan ribu rupiah saja. Pantas banyak pembeli yang bela-belain masuk ke dalam komplek Perumnas Depok I cuma untuk makan mi ayam doang. Pelajar SMA di sekolah sekitarnya, seperti, SMUN 1 dan Bintara, juga sering terlihat makan di tempat ini. Pendek kata, porsi besar, rasa enak dan harga yang murah menjadi kunci larisnya warung bakmi GM.

 

Di daerah Perumnas Depok I, bakmi lokal yang terkenal adalah bakmi GM, Gajah Mungkur. Jadi kalau Anda sedang berada di jalan Nusantara dan kepingin makan bakmi ayam, silahkan saja masuk ke dalam komplek Perumnas Depok I dan tanya orang-orang tentang bakmi GM, pasti banyak yang kasih petunjuk. Bila Anda tiba dari arah Jakarta, Anda perlu melaju lurus hingga mendekati terminal Depok. Sebelum terminal, terdapat pertigaan yang diatur lampu lalu lintas. Dari Margonda Raya, Anda berbelok ke jalan Arief Rahman Hakim dan bergerak lurus melintasi jalan layang hingga mentok di pertigaan PLN. Di situ, Anda belok ke kiri lagi memasuki jalan Nusantara. Jalan lurus lagi dan cari jalan Irian, penandanya adalah restoran Bakmi Tebet. Kemudian, belok kanan dan tanya saja orang-orang yang ada di situ. Ingat, bakmi gerobak GM ini punya ciri khas warna biru. Kalau gerobaknya bukan biru berarti bukan Gajah Mungkur. Selamat bersantap,πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: