Cara Menanggulangi Banjir Menurut Tiga Ahli

Wimar’s World
08 February 2007

SEDIA PASIR SEBELUM HUJAN !

Oleh Maro Alnesputra

Episode Wimar’s World kali ini membahas masalah yang sedang melanda kota Jakarta: BANJIR.

Seminggu belakangan ini, Jakarta seperti lumpuh akibat banjir besar yang disebut banyak orang sebagai Banjir 5 tahunan. Lebih dari 300000 orang rumahnya kebanjiran dan kehilangan harta bendanya. Lebih dari 50000 manusia harus tidur di posko-posko penanggulangan banjir dan kekurangan makanan. Lebih dari 50 orang meninggal. Belum lagi membayangkan penyakit-penyakit yang akan melanda setelah banjir nanti.

Media melaporkan terus, dan anda ikut berkomentar. Komentar paling banyak adalah:

  1. Pemerintah salah
  2. Jangan salahkan orang lain, salahkan diri sendiri
Ada juga nada positif di tengah bencana dan keributan soal tanggung jawab, yaitu kita melihat bagaimana warga bangkit untuk saling membantu secara sukarela. Hal ini sempat kita bicarakan bersama Peggy Melati Sukma dan teman-teman dalam acara Talk About Nothing di Kafe Pisa. Tapi kalau bukan duduk di kafe enak, komentar orang banyak mencari siapa yang salah dan siapa yang jangan disalahkan.
Namun episode Wimar’s World kali ini bukanlah untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, namun lebih bermaksud untuk memberikan edukasi pada masyarakat luas akan usaha-usaha penting yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali banjir besar seperti sekarang ini. Kita mencari pengertian jernih.

Pembicaraan yang seru antara WW dengan 3 narasumber yaitu Marco Kusumawijaya (Ahli Tata Ruang Kota), Budi Widiantoro (Dinas PU DKI), serta Hari Tirto (prakirawan BMG) telah menghasilkan 1 Formula yang menghasikan 1 Kesimpulan:

Usaha Masyarakat + Usaha Pemerintah = Banjir Bisa Ditanggulangi!

-

Usaha Masyarakat: Menanggulangi Banjir Melalui Kesadaran Pribadi:

WW: Mengapa di tahun 2007 ini Banjir di Jakarta bisa lebih parah dari 2002?

Marco Kusumawijaya: Pertama adalah karena lahan ruang untuk menghisap atau meresap air sudah sangat berkurang di Jakarta, dan kedua adalah karena banyak saluran air yang terganggu

WW: Bagaimana syarat untuk membuat lahan resapan ?

Marco Kusumawijaya: Dengan membuat lapisan permukaan berasal dari bahan bahan yang bisa menyerap air, seperti pasir misalnya, sedangkan bahan seperti aspal tidak bisa menyerap air sama sekali. Rumput masih bisa menyerap air, itulah sebabnya dalam kasus banjir, akan lebih beruntung kawasan yang mempunyai lapangan golf daripada kawasan yang penuh dengan mall dan shopping center.

WW: Berarti masyarakat bisa ikut serta memperbanyak lahan penyerapan? Misalnya dengan menyediakannya di  rumah masing masing? Bagaimana caranya?

Marco Kusumawijaya: Sangat bisa, karena sebenarnya untuk kawasan perumahan, ada peraturan yang mengharuskan sisa lahan pribadi digunakan untuk menyerap air. Untuk kawasan perumahan komposisinya 20-40% dari sisa lahan pribadi , dan untuk kawasan perkantoran 40-60% dari sisa lahan pribadi. Sehingga jumlah lahan penyerapan di kota Jakarta jelas bisa ditingkatkan dengan cara membiarkan tanah untuk jangan ditutupi dengan bahan yang tidak dapat menyerap air, misalnya sebagai dari lahan yang tersisa bisa dicoba tutupi dengan pasir yang mudah menyerap air.

WW: Lalu apa kendalanya ?

Marco Kusumawijaya: Ya kendalanya adalah banyak masyarakat yang mungkin jijik ya kalau sisa tanahnya dilapisi pasir karena mungkin tidak suka percikan air dan takut cacing.

WW: Apa saran dari pemerintah khusnya dari Dinas PU kepada masyarakat untuk dapat ikut mencegah terjadinya banjir dan menanggulanginya ?

Budi Widiantoro: Simple saja sebenarnya, masyarakat bisa membantu dengan mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan karena sampah yang berserakan dan menimbun merupakan salah satu penyebab banjir.

WW: Bagaimana sebaiknya masyarakat berusaha dalam bersiap-siap menghadapi cuaca apapun?

Hari Tirto: Dengan menyadari bahwa cuaca kadang susah untuk diprediksi sehingga masyarakat harus selalu bersiap-siap setiap saat menghadapi banjir. Ingat, sebenarnya tidak ada yang namanya siklus 5 tahunan karena Indonesia yang beriklim tropis sangat dinamis cuacanya, jadi masyarakat harus selalu berjaga-jaga!

-

Usaha Pemerintah: MEMPRIORITASKAN Penanggulangan Banjir & Mau Medengarkan Kritikan + Informasi

WW: Lalu kenapa 2007 ini daya serapnya itu bisa berkurang?

Marco Kusumawijaya: Terlalu banyak gedung di kota ini. Sebagai contoh lapangan PERSIJA yang tadinya sudah dibongkar. Ini sudah sangat bagus, namun sayang kemudian dijadikan gedung bertingkat. Bekas Gelanggang Remaja di Pluit malah dibangun mall dan gedung-gedung tinggi. Bahkan Kelapa Gading pun tadinya berasalah dari daerah untuk empang .

WW: Lalu sebaiknya bagaimana? Apakah dengan jumlah gedung yang sudah sangat banyak dikota ini masih bisa diusahakan membuat lahan serapan atau harus dibongkar semuanya?

Marco Kusumawijaya: Apa yang masih tersisa sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.

WW: Apa usaha pemerintah untuk menanggulangi banjir saat ini?

Budi Widiantoro: Kita saat ini akan memprioritaskan pembangunan Kanal Timur karena diharapakan ini bisa sangat membantu untuk menanggulangi terjadinya banjir di kawasan Jakarta Timur, sementara itu kami juga sedang mengusahakan untuk memperbaiki keadaan di kawasan Jakarta Barat.

WW: Apakah pembangunan Kanal Timur ini diprioritaskan? Atau mungkin proyek yang komersil seperti Busway akan lebih diprioritaskan

Budi Widiantoro: Jelas diprioritaskan karena rencana awalnya sudah dari tahun 1973 . Dari tahun 2002-2006 dikebut pembuatannya, dan keadaan fisik sudah mencapai 60% lebih. Mudah-mudahan 2012 sudah bisa berjalan.

WW: Bagaimana dengan pengerukan kali?

Budi Widiantoro: Pengerukan Kali juga selalu kami coba untuk optimalkan, namun saat ini masih sering terhalang kendala oleh banyaknya rumah-rumah penduduk di dekatnya.

WW: Apa pendapat anda tentang banyaknya kritik dan masukan kepada pemerintah sehubungan dengan terjadinya banjir ini?

Budi Widiantoro: Menurut saya sangat bagus, dan dapat menjadi masukan bagi pihak pemerintah untuk selalu intropeksi dan memperbaiki keadaan.

WW: Apakah BMG sudah tahu bahwa akan terjadi banjir besar? Apa advice yang diberikan BMG kepada Gubernur Jakarta?

Hari Tirto: Sebelumnya kami sudah memperkirakannya, mengingat bahwa musim hujan yang biasanya terjadi April – September mundur sampai bulan Desember. Hal yang ditakutkan adalah bahwa pada bulan Januari-Februari tahun ini akan menjadi pelampiasan keterlambatan datangnya musim hujan tersebut. Perlu diingat bahwa kami sudah memberikan warning kepada pemerintah pada tanggal 28-31 kemarin bahwa ada kemungkinan terjadi hujan lebat seperti sekarang ini . Pihak Pemerintah selalu diberi tahu!

-

TIPS

Episode Wimar’s World kali ini juga menghasilkan tips-tips berguna bagi masyarakat untuk menghadapi banjir, memperkirakan cuaca, dan mencegah Jakarta kebanjiran besar lagi di kemudian hari.

Tips Menghadapi Banjir versi Marco Wijayakusuma:

  1. Siapkan keadaan terburuk, always prepares for the worst!
  2. Selalu siap persediaan makanan cadangan di rumah
  3. Andai memungkinkan, bangunlah rumah yang terdiri dari 2 lantai
  4. Pindahlah dari daerah pemukiman yang memang rawan banjir
  5. Siapkan selalu alat transportasi seperti perahu karet
  6. Maksimalkan peringatan banjir melalui RT-RT

Tips Memprediksi Cuaca via Pembelajaran Alam versi Hari Tirto:

  1. Apabila ada Laron beterbangan, maka pasti habis terjadi hujan besar
  2. Apabila ada Pelangi muncul di bagian barat berarti sedang masa transisi
  3. Ketika ayam peliharaan kita makannya lama, maka hujan akan berlangsung lama

Tips Mencegah Jakarta Kebanjiran Di Masa Depan versi WW:

PILIH CALON GUBERNUR JAKARTA YANG PEDULI PADA MASALAH BANJIR DAN MAU KONSISTEN MENGATASINYA!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: